Optimalisasi Perlindungan Mahasiswa melalui Pengembangan Kotak Aman Sebagai Sarana Pelaporan Pelanggaran Kode Etik dan Kekerasan di FKIP Universitas Malikussaleh

Authors

  • Nurul Aghnia Khairunnisa Universitas Malikussaleh
  • Winda Lestari Siregar Universitas Malikussaleh
  • Islami Fatwa Universitas Malikussaleh

Keywords:

student protection, anonymous complaint channel, sexual violence, code of ethics, KOTAK AMAN

Abstract

Pelanggaran kode etik dan kekerasan di perguruan tinggi masih menjadi ancaman serius, ditandai dengan rendahnya angka pelaporan akibat ketakutan mahasiswa akan relasi kuasa dan stigma negatif. Kondisi ini memperburuk ketidakadilan dan membiarkan pelaku berulang, sehingga memerlukan intervensi sistemik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan perlindungan mahasiswa melalui pengembangan KOTAK AMAN sebagai kanal pelaporan anonim berbasis digital yang dirancang untuk menjamin keamanan data dan perlindungan identitas. Metode pelaksanaan mencakup konsultasi pimpinan, pembangunan platform Google Form dengan QR Code, sosialisasi kepada mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh angkatan program studi, serta uji coba dan evaluasi melalui simulasi pengisian laporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa KOTAK AMAN berhasil menjamin anonimitas mutlak, memangkas birokrasi pelaporan, dan menyediakan basis data terorganisir yang dapat direkap dalam waktu kurang dari 24 jam. Kegiatan ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi sebagai jembatan komunikasi inklusif serta keberlanjutan sistem sebagai alat deteksi dini pelanggaran etik, guna membangun ekosistem pendidikan yang lebih bermartabat dan bebas dari kekerasan.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Khairunnisa, N. A., Siregar, W. L., & Fatwa, I. (2026). Optimalisasi Perlindungan Mahasiswa melalui Pengembangan Kotak Aman Sebagai Sarana Pelaporan Pelanggaran Kode Etik dan Kekerasan di FKIP Universitas Malikussaleh. JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, Dan Edukasi, 5(1), 96–104. Retrieved from https://ejurnal.univamedan.ac.id/index.php/jaliye/article/view/1348