PERAN GURU DALAM PROSES ADAPTASI SANTRI BARU KELAS VII MTs DI PONDOK PESANTREN NU AL-QOMARIYAH DESA KOTANGAN KECAMATAN GALANG
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v7i2.1314Keywords:
Guru, Adaptasi, Santri Baru, Pondok PesantrenAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam proses adaptasi santri baru kelas VII MTs di Pondok Pesantren NU Al-Qamariyah Desa Kotangan Kecamatan Galang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, dua orang guru, dan dua santri baru kelas VII. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan validasi melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pembimbing, motivator, penasihat, pengasuh, dan mediator sosial dalam membantu santri baru menjalani proses adaptasi. Proses adaptasi santri melewati empat tahapan: (1) euforia, (2) krisis, (3) pemulihan, dan (4) penerimaan. Faktor yang memengaruhi adaptasi meliputi faktor internal (kesiapan mental, motivasi pribadi, latar belakang pendidikan, kemampuan komunikasi) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, peran teman sebaya dan santri senior, kondisi lingkungan pondok, serta bimbingan guru dan pengasuh). Keberhasilan adaptasi ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan, kemandirian, dan keterlibatan aktif santri dalam kegiatan pesantren.


