Penerapan Self Healing dalam Mendukung Pemulihan Mental Siswa Pasca Stress Akademik di SMP Swasta Al-Fityan Medan
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v7i2.1232Keywords:
self-healing, stres akademik, SMP Al-Fityan MedanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknik self-healing dalam mendukung pemulihan mental siswa pasca stres akademik di SMP Swasta Al-Fityan Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami stres akademik yang bersumber dari beban belajar yang tinggi, target hafalan Al-Qur’an yang ketat, serta tuntutan adaptasi terhadap sistem pendidikan integratif antara umum dan agama. Manifestasi stres tampak dalam bentuk gangguan biologis, tekanan psikologis, dan penurunan motivasi belajar, terutama pada siswa kelas atas. Dalam menghadapi tekanan tersebut, siswa menerapkan teknik self-healing melalui pendekatan psikologis modern seperti mindfulness dan expressive writing, serta pendekatan spiritual Islam seperti shalat, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, sabar, dan tawakkal. Teknik mindfulness dilakukan secara intuitif melalui latihan pernapasan dan pencarian ruang tenang, sementara expressive writing menjadi sarana ekspresi emosi yang tidak terungkap secara verbal. Pendekatan spiritual terbukti menjadi fondasi utama dalam membangun ketenangan batin dan regulasi emosi. Selain itu, dukungan sosial dari teman, guru, dan keluarga memainkan peran signifikan dalam proses pemulihan mental siswa. Dukungan ini hadir dalam bentuk emosional, instrumental, penghargaan, dan informasional, yang secara sinergis memperkuat efektivitas self-healing mandiri. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan self-healing dan dukungan sosial dalam strategi pemulihan mental siswa di lingkungan pendidikan berbasis integratif.


