Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di MTs Al Washliyah Tanjung Morawa

Authors

  • Widia Astuti Universitas Alwashliyah Medan
  • Hotni Sari Harahap Universitas Alwashliyah Medan
  • Umy Fitriani Nasution Universitas Alwashliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1433

Keywords:

Upaya Guru, Kualitas Pembelajaran, Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Tsanawiyah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), mengkaji upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Al Washliyah Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan guru SKI dan siswa kelas VII, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI berlangsung melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan yang memadukan metode bercerita, diskusi, tanya jawab, dan presentasi dengan media visual dan audiovisual, serta refleksi untuk memperoleh umpan balik. Upaya guru diwujudkan melalui empat peran, yaitu sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan evaluator. Faktor pendukungnya meliputi kesiapan dan komitmen guru, motivasi siswa, sarana prasarana, dukungan sekolah, dan perhatian orang tua, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterbatasan sumber belajar dan akses internet di rumah, serta padatnya aktivitas siswa di luar sekolah. Upaya guru yang terstruktur dan berkelanjutan terbukti mendukung pembelajaran SKI yang aktif, kondusif, dan bermakna.

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Astuti, W., Harahap, H. S., & Nasution, U. F. (2026). Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di MTs Al Washliyah Tanjung Morawa. HIBRUL ULAMA, 8(2), 265–272. https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1433