Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mengantisipasi Hoaks dan Disinformasi pada Rumahtahfidz Quran Al Firdaus
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1422Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Hoaks, Disinformasi, Tabayyun, Literasi Digital, Rumah Tahfidz Quran Al Firdaus.Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam mengantisipasi hoaks dan disinformasi melalui penanaman nilai-nilai Islam, seperti kejujuran (?idq), amanah, tanggung jawab, serta prinsip tabayyun dalam menerima dan menyampaikan informasi. Pendidik mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran melalui penyampaian materi yang dikaitkan dengan Al-Qur’an dan hadis, pemberian contoh kasus, diskusi, pembiasaan berpikir kritis, serta bimbingan dalam penggunaan media sosial secara bijaksana. Penerapan Pendidikan Agama Islam memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran santri untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Faktor pendukung penelitian ini meliputi kompetensi pendidik, dukungan pengelola, lingkungan belajar yang kondusif, serta antusiasme santri. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat pemahaman santri, serta pengaruh informasi digital yang sangat cepat dan beragam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang strategis dalam mengantisipasi hoaks dan disinformasi di Rumah Tahfidz Quran Al Firdaus. Melalui penanaman nilai-nilai keislaman, pembiasaan sikap tabayyun, dan penguatan literasi digital, santri menjadi lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter dan etika bermedia di era digital.


