Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Swasta Ummi Lubuk Pakam
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1414Keywords:
Pembelajaran Berdiferensiasi, Gaya Belajar, Akidah Akhlak, Kurikulum MerdekaAbstract
Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran berdiferensiasi yang responsif terhadap keragaman peserta didik, tetapi praktik pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah masih banyak berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VIII di MTs Swasta Ummi Lubuk Pakam, menganalisis cara strategi tersebut mengakomodasi gaya belajar siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi konten melalui video, gambar, dan lembar ringkasan; diferensiasi proses melalui peta konsep, diskusi kelompok, dan bermain peran; serta diferensiasi produk melalui pilihan tugas berupa poster, rekaman audio, dan tulisan reflektif, meskipun pemetaan kebutuhan belajar masih dilakukan secara informal. Strategi tersebut mengakomodasi kecenderungan belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan dukungan pengelompokan fleksibel. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, keragaman kemampuan siswa, keterbatasan media, belum adanya asesmen diagnostik formal, beban administrasi, dan kebiasaan belajar pasif sebagian siswa.


