Integrasi Nilai Moderasi Beragama dalam Kurikulum Ke-Alwashliyahan di MAS Alwashliyah Pantai Cermin
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1410Keywords:
Moderasi Beragama, Kurikulum Ke-Alwashliyahan, Pembelajaran, Budaya MadrasahAbstract
Penguatan moderasi beragama menjadi kebutuhan pendidikan Islam di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, tetapi integrasinya ke dalam kurikulum khas organisasi keagamaan masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk integrasi nilai moderasi beragama dalam kurikulum Ke-Alwashliyahan, menganalisis proses internalisasinya dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MAS Alwashliyah Pantai Cermin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat dokumen kurikulum, nilai moderasi hadir secara implisit melalui penekanan pada akhlak, adab, ukhuwah, penghargaan terhadap perbedaan, dan penghindaran sikap ghuluw yang selaras dengan prinsip wasathiyyah Al Jam'iyatul Washliyah. Pada tingkat pembelajaran, internalisasi berlangsung melalui pendekatan historis, dialogis, kontekstual, studi kasus, dan keteladanan guru. Budaya madrasah yang menekankan silaturahmi, kebersamaan, dan kegiatan kolaboratif berfungsi sebagai kurikulum tersembunyi. Faktor pendukungnya meliputi komitmen pimpinan, keteladanan guru, budaya madrasah, kegiatan ekstrakurikuler, dan identitas historis organisasi, sedangkan penghambatnya meliputi ketiadaan rumusan eksplisit, minimnya pelatihan guru, pengaruh lingkungan sosial, keterbatasan waktu, dan kurangnya sumber belajar.


