Implementasi Peran Guru Ke-Alwashliyahan dalam Penanaman Nilai Multikultural pada Siswa MTs Alwashliyah Insanul Kamil
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1409Keywords:
Teacher’s Role, Ke-Alwashliyahan, Multicultural Values, Religious Moderation, Islamic Junior High School.Abstract
Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara tujuan ideal pembelajaran Ke-Alwashliyahan yang sarat nilai multikultural dan realitas di madrasah, ketika sebagian siswa masih bergaul secara eksklusif dan pembelajaran cenderung konvensional. Penelitian bertujuan mendeskripsikan peran guru Ke-Alwashliyahan dalam menanamkan nilai multikultural, strategi internalisasi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Alwashliyah Insanul Kamil, Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru Ke-Alwashliyahan, kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran multidimensi sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator yang dijiwai semangat moderasi Al-Washliyah. Strategi internalisasi meliputi perancangan pembelajaran bermuatan nilai, materi kontekstual, metode aktif dengan kelompok heterogen, keteladanan, dan kegiatan pendukung berbasis pengalaman. Implementasi didukung oleh kebijakan madrasah, kurikulum Ke-Alwashliyahan, komitmen guru, identitas moderat Al-Washliyah, forum IGDA, Imtihan Umumy, dan kaderisasi, tetapi dihambat oleh kebiasaan bergaul eksklusif, keterbatasan fasilitas, sempitnya alokasi waktu, dan pengaruh media sosial.


