Problematika Guru Milenial dalam Pengembangan Kompetensi Kepribadian di MTs Pesantren Zakiyun Najah
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i2.1406Keywords:
Millennial Teachers, Personality Competence, Pesantren Culture, Teacher ProfessionalismAbstract
Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi fundamental guru, terlebih di lembaga pendidikan Islam yang menuntut keteladanan dalam akhlak, adab, dan spiritualitas. Guru milenial yang tumbuh dalam budaya digital menghadapi tantangan tersendiri ketika mengajar di lingkungan pesantren. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan observasi nonpartisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, dengan informan kepala sekolah, guru milenial, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kepribadian guru milenial berada pada tahap berkembang: sikap positif sudah tampak, namun belum stabil pada aspek emosi, konsistensi keteladanan, dan internalisasi nilai kepesantrenan. Terdapat empat problematika, yaitu ketidakstabilan emosi, tantangan profesionalitas di ruang digital, kesulitan adaptasi kultur pesantren, dan ketidakkonsistenan keteladanan. Upaya guru meliputi refleksi dan penguatan spiritual, pengelolaan media sosial secara etis, pembiasaan kultur pesantren, serta evaluasi diri, yang diperkuat peran kepala sekolah melalui mentoring dan supervisi akademik.


