RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v7i1.1341Keywords:
Relevansi, Etika Politik, Teologi IslamAbstract
Bagi para pemikir politik, politik terkait erat dengan etika. Bedanya jika pemikir Yunani membicarakan keterkaitan itu dalam wilayah filsafat moral, sementara pemikir plitik islam mendiskusikan dalam naungan teologi. Konsep etika politik dalam teologi Islam berakar pada ajaran tauhid yang menempatkan Allah sebagai sumber segala kekuasaan. Manusia hanya bertindak sebagai khalifah yang bertanggung jawab mengelola kehidupan sesuai dengan ketentuan-Nya. Prinsip ini melahirkan berbagai nilai politik seperti amanah, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Di era modern, ketika sistem politik menghadapi berbagai tantangan global, kajian mengenai relevansi etika politik dalam teologi Islam menjadi semakin penting. Nilai-nilai yang terkandung dalam teologi Islam dapat menjadi alternatif dalam membangun budaya politik yang berintegritas dan berkeadilan. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan, menganalisa, dan menjelaskan relevansi konsep etika politik dalam teologi islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) yaitu dengan cara meneliti, membaca, dan memahami buku-buku yang berkenaan dengan judul penelitian tersebut. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) atau analisis tekstual dan metode interprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan sosio-historis. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan melalui pendekatan kualitatif. Relevansi konsep Etika politik dalam teologi islam, meliputi; Pertama, Sejarah kemunculan politik dalam yaitu di mulai saat Muawiyyah tidak menerima pengangkatan Ali sebagai khalifah dan terjadilah peperangan antar keduanya yang dalam sejarah dikenal dengan perang Shiffin. Sebenarnya perseteruan tersebut dimenanangkan oleh pihak Ali bin Abi Thalib. Tetapi sewaktu pasukan Muawiyyah terdesak dan mulai tampak tanda-tanda kekalahan, Muawiyyah meminta salah satu utusannya untuk meletakkan al-Quran diatas tombak, kemudian menunjukkannya kepada pasukan Ali dan meminta perdamaian atau tahkim. Kedua, Konsep etika politik dalam teologi Islam adalah seperangkat nilai moral dan prinsip keagamaan yang mengatur bagaimana kekuasaan diperoleh, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan menurut ajaran Islam. Ketiga, Landasan dasar etika politik dalam teologi islam, yaitu Tauhid, Khilafah, Amanah, Mas'uliyyah (akuntabilitas). Prinsip-prinsip etika politik dalam teologi islam, yaitu Keadilan (al-'adl), Musyawarah (syura), Persamaan (al-musawah), Kemaslahatan (maslahah), Kejujuran dan Integritas. Keempat, Etika politik dalam teologi Islam sangat relevan karena menjembatani antara keyakinan (akidah), nilai moral (akhlak), dan praktik kekuasaan (siyasah). Berikut beberapa poin utama relevansi etika politik dalam teologi islam, yaitu: Politik sebagai bagian dari amanah moral, Keadilan sebagai prinsip teologis, Kekuasaan dibatasi oleh syariah dan nilai akhlak, Tanggung jawab pemimpin (khilafah), Koreksi terhadap penyalahgunaan agama dalam politik, Relevansi dalam konteks modern.


