Analisis Nilai-Nilai Progresivisme pada Kurikulum Pendidikan Matematika di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i1.1338Keywords:
progressivism, curriculum, mathematics education, document analysis, active learningAbstract
Kebutuhan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, khususnya dalam pendidikan matematika yang menekankan pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada mahasiswa. Kurikulum diharapkan tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai progresivisme seperti pengalaman belajar, pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan relevansi dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai progresivisme dalam kurikulum Pendidikan Matematika di perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis dokumen yang mencakup Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tujuh indikator progresivisme, yaitu student-centered learning, learning by doing, problem solving, critical thinking, kolaborasi, relevansi dengan kehidupan nyata, dan fleksibilitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai progresivisme telah terintegrasi dalam kurikulum, terutama pada aspek pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman. Indikator student-centered learning, learning by doing, dan problem solving tampak dominan dalam dokumen kurikulum. Namun, implementasi indikator lain seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan fleksibilitas belajar masih belum konsisten di seluruh mata kuliah dan masih bergantung pada desain pembelajaran dosen. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi kurikulum agar nilai-nilai progresivisme dapat diterapkan secara lebih optimal dan menyeluruh dalam pembelajaran pendidikan matematika di perguruan tinggi.


