Pembelajaran PAI Berbasis Moderasi Beragama dan Pembentukan Karakter Moderat Siswa: Studi Deskriptif di SMAN 8 Konawe Selatan
DOI:
https://doi.org/10.47662/hibrululama.v8i1.1183Keywords:
Pembelajaran PAI, Moderasi Beragama, Karakter ModeratAbstract
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMA menghadapi tantangan meningkatnya paparan narasi intoleran dan ekstrem melalui ruang digital, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membentuk karakter moderat siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembelajaran PAI berbasis moderasi beragama dalam pembentukan karakter moderat siswa di SMAN 8 Konawe Selatan, termasuk strategi internalisasi nilai, dampak, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, 2 guru PAI, dan 6 siswa kelas XI A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif. Temuan menunjukkan pembelajaran moderatif dibangun melalui pembukaan kelas yang inklusif, diskusi dan studi kasus, integrasi isu radikalisme media sosial dan kebangsaan, penggunaan media digital, keteladanan guru, pembiasaan Jumat Taqwa, serta proyek kampanye #SMA8TanpaHate. Dampaknya terlihat pada meningkatnya toleransi, keterbukaan, literasi kritis terhadap konten provokatif, serta penguatan cinta tanah air sebagai bagian dari penghayatan agama. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan internalisasi moderasi beragama memerlukan sinergi strategi pedagogis, budaya sekolah, dan komunikasi dengan orang tua. Praktik baik (best practice) di SMAN 8 Konawe Selatan ini berpotensi menjadi model pengembangan pembelajaran PAI moderatif pada SMA lain.


